Bahaya Taswif Menunda Nunda

Allah ta’ala mengingatkan,

حتى إذا جاء أحدهم الموت قال رب ارجعون لعلى أعمل صالحا فيما تركت كلا إنها كلمة هو قائلها و من ورائهم برزخ إلى يوم يبعثون

“Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata, “Wahai Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku bisa beramal sholih terhadap apa yang telah aku tinggalkan. Sekali kali tidak. Sesungguhnya itu hanyalah ucapan yang dilontarkan oleh mulutnya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al-Mukminun 99-100)

Al-Hasan Al-Bashri menasehatkan,

يا معشر الشباب إياكم والتسويف سوف أفعل سوف أفعل

“Wahai anak-anak muda! Jauhilah oleh kalian sikap menunda-nunda, nanti aku akan melakukannya, nanti aku akan melakukannya..”

(Riwayat Ibnu Abid Dunya “Qishorul Amal” hlm. 212)

Manfaatkan waktu untuk berbekal amal dan mencari keberkahannya. Terutama masa muda adalah kesempatan besar untuk berbekal, menimba ilmu, mengoptimalkan kesungguhan.

Jangan menunda-nunda, nanti saya akan belajar, nanti saya akan sholat, nanti saya akan taubat, nanti saya akan membaca Al-Qur’an, nanti saya akan berbuat kebaikan, tunaikanlah selagi Allah beri kesempatan.

Karena orang-orang yang sudah mendahului kita mereka berangan-angan ingin sekali dikembalikan lagi ke dunia agar diberi kesempatan beramal dengan sebaik-baiknya.