Kecintaan Seorang Suami Kepada Sang Istri

Cerita Seorang Suami terhadap Istrinya (Di dunia ini, dua khadijah)

“Di dunia ini, hanya ada dua Khadijah saja. Pertama, Khadijah istri Rasulullah -Shallallahu`alaihiwasallam-. Kedua, Khadijah istriku”.

“Awalnya saya kira istriku itu cuma bunga biasa. Tapi rupanya beliau adalah bunga langka yang susah dicari”.

“Kalau boleh jujur, andai istriku ditakdirkan masih hidup, aku akan rela menjadi budaknya”.

“Setelah beliau wafat, kerjaku hanya mondar-mandir mengitari bukit, mencarinya dengan linangan air mata”.

Itulah yang terucap lisan dan terpatri dalam hati bapak tua ini, mengingat dan memuji istrinya yang sudah wafat. Beliau begitu kehilangan, terpukul bahkan hampir gila, atas kematian sang istri.

Apa yang menyebabkan bapak ini sedemikian cinta kepada sang istri? Apakah karena istrinya cantik, pintar, hapal Quran, paham ilmu agama, kaya atau bangsawan? Ternyata bukan karena itu.

Kalau soal fisik, justru bapak ini mengaku awalnya tidak tertarik dan tidak akan mau menikahinya, karena calon istri berkulit hitam, berbadan lemah dan kurus. Bahkan saat awal-awal melihatnya, bapak ini berkata dalam hati, siapa yang bakalan mau menikahi gadis itu. Setelah melakukan salat Istikharah, barulah beliau mantap untuk menikahinya. Lalu apa yang membuat air mata cintanya berlinang membasahi pipi?

“Selama 51 tahun kami hidup bersama, istriku tidak pernah samasekali menentang dan melawanku”.

“Dia melayaniku dengan setia selama 51 tahun, tanpa pernah merasa bosan. Sementara di saat yang sama, beliau juga mengurus pekerjaan rumah”.

Ya, patuh dan melayani suami, itulah sebabnya. Bukan cantik, pintar, alim ilmu agama, atau kaya. Karena dua hal inilah air mata lelaki akan jatuh berderai, saat terpisah oleh kematian. Cantik masih bisa dicari. Kaya masih ada yang menanti. Alim ilmu agama pun masih diganti. Tapi kalau kepatuhan dan pelayanan? Itu satu-satunya permata istri yang tidak akan pernah bisa terganti.

Benar petuah Nabi kita. Kesalehan istri itu dilihat dari tiga hal, dan salah satunya adalah kepatuhan.

وَإِذَا أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ

“Dan bila engkau suruh, dia patuh”.

Wallahua`lam

Status Syekh Yusuf Al Kalisatiy