Kuatnya Sifat Malu Tergantung Kondisi Hidup Hatinya

|

Kuatnya Sifat Malu Tergantung Kondisi Hidup Hatinya

Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan :

وَعَلَى حَسَبِ حَيَاةِ الْقَلْبِ يَكُونُ فِيهِ قُوَّةُ خُلُقِ الْحَيَاءِ. وَقِلَّةُ الْحَيَاءِ مِنْ مَوْتِ الْقَلْبِ وَالرُّوحِ. فَكُلَّمَا كَانَ الْقَلْبُأَحْيَى كَانَ الْحَيَاءُ أَتَمَّ.

“Sedikitnya sifat malu disebabkan oleh kematian hati dan ruh, sehingga semakin hidup hati maka sifat malupun semakin sempurna.”

(Madarij as-Salikin 2/249)