Memaksakan Diri Untuk Berbuat Kebaikan

|

Memaksakan Diri Untuk Berbuat Kebaikan

Berusaha Sekuat tenaga untuk melakukan Kebaikan dalam Beramal Sholeh

Abdullah bin Mubarak rahimahullahu Ta’ala, (salah seorang ulama tabi’in yang mulia pada zaman beliau) berkata,

إِنَّ الصَّالِحِينَ فِيمَا مَضَى كَانَتْ أَنْفُسُهُمْ تُوَاتِيهِمْ عَلَى الْخَيْرِ عَفْوًا وَإِنَّ أَنْفُسَنَا لَا تَكَادُ تُوَاتِينَا إِلا عَلَى كُرْهٍ فَيَنْبَغِي لَنَا أَنْ نُكْرِهَهَا . .

“Sesungguhnya orang-orang shalih terdahulu, mereka terbiasa melakukan kebaikan secara spontan/tanpa paksaan, sementara diri-diri kita ini nyaris tidak terbiasa (berbuat kebajikan) melainkan harus dengan paksaan. Karena itu sepatutnya kita memaksa diri kita (agar terbiasa melakukan kebaikan).”

Diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi dalam Dzammul Hawa, hal. 47