Mengingat kematian itu untuk membantu memikirkan tujuan hidup

Diposting pada
Mengingat kematian itu untuk membantu memikirkan tujuan hidup

Mengingat kematian itu bukan untuk melemahkan semangat hidup. Justru untuk membantu memikirkan dengan lebih sungguh-sungguh tujuan hidup. Apakah hidup itu hanya untuk mengejar kesenangan dunia? Ataukah untuk meraih sesuatu yang lebih baka? Sebab lama usia tak dapat diduga, dan maut bisa datang kapan saja.


Ketika seseorang meyakini kehidupan hanya ada di dunia, itulah awal bencana. Keyakinan itu membuat dia tenggelam dalam angan-angan duniawi yang fana dan berani menghalalkan segala cara untuk mewujudkannya. Sebab, menurut dia, begitu seseorang mati, selesai semua urusannya. Ini angan-angan sesat orang yang tak beriman pada janji Allah Ta’ala.


Kita yang beriman kepada Allah dan hari akhir, beda.

Nasihat Rasul menjadi pedoman kita. Kata Rasul,

“Orang yang cerdas itu orang yang menahan diri dan beramal untuk setelah mati. Orang yang lemah itu orang yang mengikuti hawa nafsunya lalu berangan-angan tentang Allah semaunya.” (HR. Tirmidzi)


Yang dimaksud menahan diri adalah bersungguh-sungguh tidak melakukan sesuatu kecuali yang sesuai syariat saja. Istiqamah meniti jalan ketaatan di atas syariat seperti ini tidak mudah. Hanya mereka yang sabar mampu menjalaninya.


Orang yang bersabar menjalani ketaatan kepada Allah lebih utama dari mereka yang sabar meninggalkan maksiat. Sebab, orang yang sabar menunaikan ketaatan berarti dia telah sabar melakukan kewajiban yang dibebankan Allah padanya. Sekaligus, ia bersabar menjauhi maksiat yang Allah larang dia mendekatinya.


Maka, mengingat kematian dan kesudahannya membuat orang beriman optimis menjalani hidup di dunia. Ketika misalnya di dunia ini Allah takdirkan dia hidup seadanya, maka ia bersabar menjalaninya. Ia optimis memeluk janji Allah Ta’ala, bahwa kesulitan dan kesabaran yang dia tanggung di dunia, kelak di akhirat akan ada buahnya. Yakni, balasan pahala dari Allah Ta’ala yang tak satu makhluk pun mampu membayangkan nikmatnya.

Syarah Riyadhus Shalihin, Syaikh Utsaimin, Jilid 1, hal. 175-176
https://binbaz.org.sa/audios/2166/28-من-حديث-الكيس-من-دان-نفسه-وعمل-لما-بعد-الموت

Dukung Kami Di Ikhwanfillah.com dan Tirinfo.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *