Pelajaran Termulia Di Ibadah Haji

|

PELAJARAN TERMULIA DI IBADAH HAJI

Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Abbad Al-Badr Hafizhahumallahu berkata: Sesungguhnya diantara pelajaran termulia yang bisa diambil oleh seorang muslim dalam melaksanakan ibadah haji di Baitullah Al-Haram adalah kewajiban mengikhlaskan semua ibadah hanya kepada Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Seorang muslim ketika memulai hajinya dia memulainya dengan mengikrarkan tauhid (mengesakan Allah dalam ibadah) dan menjauhi kesyirikan (menyekutukan Allah dalam ibadah dengan selainnya baik dengan nabi atau wali), seraya dia berkata:

لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ

Ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian dan kenikmatan serta kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

(Durus Aqadiyah Mustafadah Min Al-Hajj hal. 22 oleh Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Abbad Al-Badr Hafizhahumallahu)